Rabu, 30 November 2011

Assalamu'alaikum wr...wb...

Genesa Endapan Bijih Nikel Sedimen ( Laterit ).
              Endapan bijih nikel yang terdapat di Pulau Gebe adalah termasuk dalam jenis nikel laterit yang terbentuk sebagai hasil, Residual Concentration yang merupakan konsentrasi residu melalui proses pelapukan mekanis dan kimiawi yang bekerja pada batuan ultra basa seperti peridotit yaitu batuan yang terdiri dari mineral utama seperti olivin dan piroksin yang mengandung unsur nikel dalam prosentase yang kecil (PT. Aneka Tambang UBPN, 1992).
              Proses pelapukan yang lebih dominan yaitu pelapukan kimiawi. Menurut Bolt, ( Bolt, dalam PT. Aneka Tambang, 1992 ), kandungan nikel yang terdapat pada batuan periodotit adalah seperti pada tabel 1. Adapun awal terbentuknya endapan dimulai dari batuan induk (Peridotie).

              Kandungan Unsur Ni Dalam Batuan Ultra Basa Sampai Asam
Batuan
Nikel (%)
Besi Oksida + Magnesium (%)
Silikat + Alumina      (%)
Peridotit
0,2000
43,3
45,9
      Gabro
0,0160
16,6
66,1
      Diorit
0,0040
11,7
73,4
      Granit
0,0002
4,4
78,7
    Sumber : PT. Aneka Tambang UBPN Operasi Gebe
              Proses serpentinasi dimana akibat pengaruh larutan hidrotermal yang pada akhir pembekuan magma, telah mengubah batuan serpentin atau peridotit yang terserpentinasi. Proses yang dialami batuan tersebut sebagai awal terbentuknya suatu endapan residu bijih nikel dan batuan yang berasal dari laterit dengan derajat serpentinasi akan mempengaruhi zone.
              Saprolit yang relatif homogen dengan sedikit kuarsa dengan gernerit air permukaan yang mengandung CO2 dari atmosfir dan terkayakan kembali oleh material organis dipermukaan meresap kebawah sampai zone perlindihan dimana fluktuasi air berlangsung.
  Yang kaya CO2 akan kontak dengan zone saprolit yang masih mengandung batuan asal. Dan mineral-mineral tidak stabil seperti olivine, serpentin, dan piroksin.
              Magnesium, silika dan juga nikel atau larut terbawah sesuai dengan pola aliran tanah, kemudian sebagian magnesium akan terendapkan misalnya magnesit yang dikenal dengan alur pelapukan (Zone Of Weathering).
              Pada zone saprolit dijumpai rekahan-rekahan antara lain garnerit, kuarsa, chrysopros sebagai hasil pengendapan hidrosilikat dari Mg, Si, dan Ni. Unsur-unsur mineral lainnya yang tertinggal adalah besi, aluminium, mangan, kobal, crom, serta nikel zone limonit terikat sebagai mineral oksida atau hidroksida seperti hemamit, magnesium, dan mineral lainnya.
              Selain dari itu terdapat juga mineral relik, spinel chrom serta yang akibat termigrasinya unsur-unsur magnesium (Mg dan Si) serta karena sifatnya resisiten pelapukan relatif terkayakan. Jika spinel chrom serta yang tidak berubah proses pelapukan ini dijadikan standar untuk semua unsur selama proses pelapukan ini dijadikan standar untuk melihat semua unsur-unsur selama proses pelapukan pada suatu profil laterit nikel, maka dapat dibuat suatu model keseimbangan unsur.
              Hasil analisa kimia menunjukkan bahwa zone tengah yang paling banyak mengandung nikel, sedangkan unsur Ca, Mg, karbonat, akan terus mengalir kebawah pada tempat yang tidak dapat mengalir lagi dan terendapkan sebagai unsur-unsur dolomit dan magnesit yang mengisi rekahan-rekahan pada batuan asal sebagai gambaran umum dari pada penampang endapan bijih nikel laterit. Pulau Gebe (Sumber PT. Aneka Tambang UBPN Operasi Gebe) adalah sebagai berikut:
1.    Pada lapisan yang paling atas merupakan lempengan oksida besi yang kadar Fe-nya tinggi kurang lebih 50%. Lapisan bawah intinya hitam ditemukan soil yang berwarna coklat kemera-merahan sampai dengan keras porous (mineral hematit dan gutit) dengan kadar Fe-nya cukup tinggi yaitu 25% - 505 sedangkan Ni dibawah 1%.
2.    Pada lapisan yang kedua diantara kedalaman pertama sampai ketiga laterit nikel ore kadar Fe-nya masih cukup tinggi yaitu kurang lebih 29% sedangkan kandungan Ni sekitar 2% lapisan berikutnya 1% menjadi 3% sedangkan kadar Fe berkurang menjadi 10 % sampai 15%.
3. Lapisan ketiga merupakan zone konsentrasi bijih nikel, pada zone kandungan Ni semakin tinggi, Fe-nya semakin menurun. Umumnya lapisan ini merupakan jebakan yang kaya akan endapan bijih nikel laterit.
4.    Pada lapisan keempat merupakan lapisan paling bawah dengan kadar Ni kurang lebih 25% dan kandungan Fe dibawah 10%.


http://www.glarysoft.com/products/utilities/registry-repair/download/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar